Breaking News

Transformasi Komunikasi : Dari Tatap Muka Hingga Pesan Digital

Mediamassa.co.id - Komunikasi merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam kehidupan sosial. Melalui 
komunikasi, kita bisa menyampaikan informasi, berbagi perasaan, dan membangun hubungan dengan orang lain. Di negara kita, Indonesia, cara kita berkomunikasi telah mengalami banyak 
perubahan besar. Jika pada zaman dahulu cara berkomunikasi kita lebih bersifat tatap muka, kini kita hidup di era di mana pesan-pesan bisa dikirim dalam hitungan detik melalui berbagai platform digital. Interaksi yang sebelumnya terjadi secara langsung (tatap muka) kini dapat dilakukan hanya dengan menekan beberapa tombol di ponsel.

Pada zaman dahulu, komunikasi tatap muka merupakan salah satu cara utama untuk berbagi informasi. Sebelum adanya digitalisasi, untuk berkomunikasi secara mendalam, kita harus bertemu secara langsung. Komunikasi Tatap Muka (sebelum era digital). Sebelum munculnya teknologi digital, komunikasi di Indonesia lebih banyak dilakukan secara langsung, atau biasa dikenal dengan istilah "face to face" (tatap muka). Biasanya, hal ini dilakukan dengan cara berbicara langsung dengan orang lain, baik dalam percakapan harian maupun formal. Dalam komunikasi 
tatap muka, beberapa hal seperti bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan intonasi sangat diperlukan agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami.

Komunikasi tatap muka memiliki banyak kelebihan. Salah satunya adalah kedekatan emosional yang terjalin antara dua pihak yang berkomunikasi. Misalnya, ketika kamu sedang berbicara dengan keluarga, komunikasi secara tatap muka ini akan memberikan kedekatan yang lebih emosional. Kamu bisa melihat ekspresi wajah mereka, mendengar intonasi suaranya, dan merasakan suasana hati yang tersirat. Hal ini sangat penting dalam memperkuat hubungan antar individu. Namun, cara komunikasi tatap muka ini memiliki keterbatasan, terutama soal tempat dan waktu. Kita hanya bisa melakukan komunikasi jika ada orang yang berada di dekat kita. Sebaliknya, jika tidak ada orang di dekat kita, akan cenderung lebih sulit untuk melakukan 
komunikasi.

Sebelum dunia digital berkembang pesat, Indonesia juga mengalami masa transisi dengan munculnya media massa seperti radio, televisi, dan surat kabar. Media ini mulai mengambil alih sebagian peran komunikasi yang dilakukan secara tatap muka, meskipun pada dasarnya 
komunikasi melalui media massa memiliki sifat satu arah. Artinya, informasi akan disampaikan kepada audiens tanpa adanya interaksi secara langsung.

Masuklah ke era digital, di mana teknologi berkembang pesat dan semua orang bisa dengan mudah berkomunikasi lewat internet. Di dunia digital, kita bisa berbicara dengan siapa saja, di mana saja, tanpa harus bertemu secara langsung. Kita semua tentunya sudah mengenal media sosial seperti Instagram, Twitter, atau Facebook. Atau mungkin aplikasi chatting seperti Telegram dan WhatsApp. Semua orang bisa mengakses media sosial tersebut tanpa perlu pertemuan langsung.

Pada zaman sekarang, komunikasi bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun. Entah kamu lagi dirumah, di kampus, bahkan di luar negeri sekalipun, semuanya bisa teratasi di era digital ini. Keuntungan utama dari komunikasi digital adalah kemudahan dan kecepatan. Kamu bisa 
berkomunikasi dengan teman yang berada di luar negeri tanpa hambatan waktu dan jarak. Bahkan, di era digital ini, tidak hanya pesan teks, kamu juga bisa mengirim video, foto, bahkan melakukan video call. Semua ini bisa dilakukan dalam hitungan detik. Dengan adanya teknologi ini, 
komunikasi menjadi lebih fleksibel dan efisien.

Tidak hanya itu, dengan kemajuan teknologi, berbagai aplikasi atau platform digital memungkinkan kita untuk berkomunikasi dalam berbagai bentuk, seperti foto, video, dan pesan instan sekalipun. Hal ini mengubah pola interaksi manusia, di mana kita tidak hanya berbicara dengan orang yang kita kenal, tetapi juga bisa berinteraksi dengan orang asing dari berbagai belahan dunia. Kecepatan informasi yang dibagikan membuat dunia terasa semakin kecil.

Namun, di balik kemudahan yang ada, tetap ada tantangan baru. Salah satunya adalah penyebaran informasi yang sangat cepat, yang seringkali tidak terkontrol. Di era digital, siapa pun bisa mengakses dan membagikan informasi dengan mudah. Meskipun ini memberi banyak manfaat, 
namun kecepatan informasi yang tersebar juga bisa berisiko. 

Salah satu contohnya adalah berita hoaks atau informasi yang tidak benar yang cepat menyebar dimedia sosial. Dalam beberapa kasus, berita hoaks ini bisa merugikan banyak pihak serta, menimbulkan kebingungan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi, terutama dalam menyaring dan memverifikasi informasi yang kita terima dan bagikan.

Selain itu, masalah privasi juga semakin menjadi perhatian di dunia digital. Di dunia maya, data pribadi kita bisa tersebar dengan mudah jika kita tidak berhati-hati. Informasi pribadi seperti foto, lokasi, hingga percakapan bisa dengan mudah diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini semakin menuntut kita untuk lebih waspada dan menjaga informasi pribadi kita agar tidak 
jatuh ke tangan yang salah.

Transformasi komunikasi ini tentu saja mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan sosial kita. Media sosial dan komunikasi digital membuka peluang besar bagi orang-orang yang ingin 
memiliki hubungan satu sama lain, bahkan dengan orang yang jauh di luar negeri sekalipun. Kita bisa terhubung dengan teman, keluarga, atau bahkan orang yang memiliki minat yang sama melalui platform digital.

Namun, ada dampak negatif yang tidak bisa diabaikan. Meskipun kita merasa lebih dekat dengan orang lain, seperti keluarga dan teman, melalui teknologi, sebagian orang merasa bahwa hubungan 
sosial mereka menjadi semakin dangkal. Kehadiran media sosial ini membuat beberapa orang lebih fokus pada interaksi dunia maya, sementara hubungan yang dilakukan secara langsung cenderung 
terabaikan. Di sisi lain, masalah terkait privasi individu semakin sulit untuk dijaga dan dapat tersebar melalui platform digital.

Transformasi komunikasi yang sedang kita alami, dari era tatap muka hingga era digital saat ini, merupakan salah satu revolusi terbesar dalam sejarah interaksi manusia. Teknologi ini telah membuat komunikasi menjadi lebih efisien, cepat, dan tanpa batasan. Namun, meskipun 
kemudahan yang telah tersedia, kita tetap harus bijak dalam menggunakan teknologi agar tetap menjaga kualitas hubungan sosial, baik secara langsung maupun virtual.

Era digital ini memberikan banyak kemudahan, namun kita perlu menggunakan teknologi dengan 
bijak. Dengan cara ini, meskipun dunia semakin terhubung, kita tetap bisa menjaga kedalaman hubungan sosial dan etika komunikasi dalam setiap interaksi.

Ditulis Oleh : Ravika Octa Rahmadani
NBI : 1152400207
Prodi : Ilmu Komunikasi
Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Dosen Pengampu : Drs. Widiyatmo Ekoputro, MA
© Copyright 2022 - mediamassa.co.id