Breaking News

Nasib Tragis Soleh Darmawan: WNI Tewas Diduga Menjadi Korban Perdagangan Ginjal di Kamboja

Mediamassa.co.id – Seorang warga negara Indonesia, Soleh Darmawan (24), dilaporkan meninggal dunia di Kamboja pada 3 Maret 2025. Kematian Soleh diduga terkait dengan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan perdagangan organ ilegal. Saat ini, pihak berwenang dari Indonesia dan Kamboja tengah menyelidiki lebih lanjut dugaan keterlibatan jaringan kejahatan internasional dalam kasus ini.

Kronologi Kejadian

Menurut informasi yang beredar, Soleh awalnya menerima tawaran pekerjaan dari seorang teman kuliahnya bernama Selly. Ia dijanjikan pekerjaan yang menjanjikan di luar negeri dan berangkat ke Kamboja dengan harapan mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Namun, setelah tiba di sana, komunikasi dengan keluarganya terputus, dan beberapa pekan kemudian, ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada 7 Februari 2025.

Laporan menyebutkan bahwa Soleh kemungkinan menjadi korban eksploitasi sebelum akhirnya meninggal dunia. Dugaan semakin kuat setelah muncul indikasi bahwa ia menjadi target perdagangan organ ilegal. Dua orang yang disebut-sebut terlibat dalam perekrutan Soleh, yakni Ade dan Selly, saat ini tengah dalam penyelidikan.

Tanggapan Pihak Berwenang

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Kamboja untuk menangani kasus ini. Pemerintah juga berupaya memastikan pemulangan jenazah Soleh ke tanah air serta menuntut keadilan bagi korban.

Juru bicara Kemenlu RI menyatakan bahwa pihaknya sedang bekerja sama dengan otoritas Kamboja guna mengusut tuntas kasus ini. “Kami telah meminta otoritas Kamboja untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kematian warga negara kami dan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab,” ujar perwakilan Kemenlu dalam konferensi pers.

Sementara itu, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) turut melakukan penyelidikan di dalam negeri guna menelusuri dugaan keterlibatan jaringan perdagangan manusia yang lebih luas. “Kami akan bekerja sama dengan Interpol dan otoritas terkait untuk mengungkap kasus ini dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” kata seorang pejabat Polri.

Peringatan bagi Masyarakat

Kasus ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat Indonesia untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang tidak jelas. Pemerintah mengimbau agar setiap tenaga kerja migran berangkat melalui jalur resmi guna menghindari risiko eksploitasi dan perdagangan manusia.

Masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi praktik perekrutan tenaga kerja ilegal atau TPPO kepada pihak berwenang. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan dan perlindungan terhadap warganya yang bekerja di luar negeri.

Dengan adanya kasus ini, diharapkan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, semakin waspada terhadap ancaman perdagangan manusia dan bekerja sama untuk memberantas jaringan kejahatan yang terlibat dalam praktik tersebut.



© Copyright 2022 - mediamassa.co.id